Macam - Macam Bangunan Irigasi Yang Ada di Sawah

Bagi kalian yang hidup di kota mungkin cukup asing dengan istilah irigasi. Sebab, kebanyakan kegiatan ini dilakukan di daerah desa yang masih banyak lahan pesawahannya. Irigasi begitu penting karena demi kesuburan tanaman. Sepenting itukah irigasi? Saking pentingnya, sampai-sampai dibuat sebuah bangunan khusus hanya untuk kepentingan irigasi.

Macam - Macam Bangunan Irigasi

Lalu seperti apa macam-macam bangunan yang ada pada sistem irigasi. Yuk baca artikel dibawah ini :

Macam - Macam Bangunan Irigasi

1. Bangunan Utama
Dalam irigasi, ada istilah bangunan utama. Artinya bangunan ini sangat penting dan sangat berpengaruh. Bangunan utama ini dibuat sebagai sarana pembagian air irigasi. Terdiri atas :
  • Waduk
  • Bendung
  • Mesin Pompa
  • Bangunan pengambilan bebas

2. Bangunan Pembawa
Bangunan pembawa ini sebagai penunjang dari bangunan utama diatas. Fungsinya tidak lain yaitu menyalurkan atau menyuplai air untuk lahan pesawahan yang ingin dialiri oleh air.
Terdiri atas :
  • Saluran pembawa
    • Saluran pembawa primer : Membawa air dari bangunan utama   sampai bangunan terakhir
    • Saluran pembawa sekunder : Membawa air untuk saluran primer sampai ke sadap terakhir
    • Saluran pembawa tersier  : Mengaliri petak tersier yang menyadap saluran sekunder
    • Saluran kuarter : Saluran yang airnya langsung digunakan oleh tanah
  • Saluran pengendap lumpur
  • Gorong – gorong
  • Talang


3. Bangunan Sadap
Bangunan yang terletak diantara saluran primer dan sekunder yang fungsinya mengalirkan air ke saluran tersier. Bangunan ini juga hampir sama fungsinya dengan bangunan sekunder cuma bedanya bangunan yang satu ini menyalurkan air langsung ke petak tersier.

4. Bangunan Terjun
Berfungsi untuk menurunkan muka air yang cukup tinggi. Mungkin bangunan ini hanya digunakan ketika terjadi beda tinggi atau elevasi yang curam sehingga perlu untuk dikurangi agar tidak terjadi banyak pengendapan pada saluran.

5. Alat Ukur Debit Air
Berfungsi mengukur besarnya debit yang mengalir pada saluran. Alat ini biasanya digunakan untuk mengecek agar air yang keluar masuk saluran sesuai dengan kebutuhan. Sehingga tidak terbuang sia-sia.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »